BOJONEGORO – Suasana khidmat menyelimuti GOR MI Nurur Rohim, Desa Suwaloh, Kecamatan Balen, pada Minggu pagi. Puluhan sarjana berkumpul untuk menyaksikan momen penting: pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Balen untuk masa khidmat 2025–2028.
Mengangkat tema besar "Meneruskan Tradisi, Menginspirasi Masa Depan", pelantikan ini bukan sekadar seremoni formal. Acara ini menjadi simbol tekad para intelektual muda NU di Balen untuk menjembatani nilai-nilai keislaman klasik dengan tuntutan zaman yang serba digital dan dinamis.
Sinergi Tokoh dan Kader
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya:
K. Ahmad Syakir, S.Pd.I (Ketua MWC NU Balen)
Dr. Yogi Prana Izza, Lc., MA (Ketua PC ISNU Bojonegoro)
Jajaran pengurus Banom NU se-Kecamatan Balen serta para kader muda potensial.
Intelektual yang Membumi
Dalam sambutannya, Ketua PAC ISNU Balen terlantik, Abdul Ghoni Asror, M.Pd, menegaskan bahwa ISNU harus keluar dari "menara gading". Ia ingin ISNU menjadi ruang pengabdian yang nyata dan solutif.
"Kami berkomitmen menggerakkan potensi intelektual NU agar tidak hanya berhenti pada wacana, tapi hadir dengan karya nyata. ISNU Balen harus menjadi inspirasi bagi masa depan umat dan bangsa," tegas Abdul Ghoni.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC ISNU Bojonegoro, Dr. Yogi Prana Izza, mengingatkan pentingnya peran sarjana dalam menjaga moderasi beragama. Menurutnya, intelektual NU harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat nalar keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Bukan Sekadar Pelantikan: Ada Ilmu di Baliknya
Tak berhenti di sesi pelantikan, acara berlanjut dengan Seminar Motivasi yang membakar semangat peserta. Menghadirkan Alif Robath, S.Psi., Cht., CT, seorang motivator nasional, para peserta diajak membedah strategi kepemimpinan dan pengembangan diri di era perubahan.
Dengan nakhoda baru ini, PAC ISNU Balen diharapkan mampu menjadi "mesin penggerak" gagasan baru yang bermanfaat bagi warga Nahdliyin dan masyarakat luas di wilayah Balen.
