Ketika kita mendengar istilah "bakti sosial", gambaran yang sering muncul adalah acara amal satu hari yang memberikan bantuan sementara. Meskipun mulia, terkadang acara semacam ini terasa seperti seremoni sesaat. Namun, sebuah acara yang berlangsung di Bojonegoro pada hari Sabtu, 20 Desember 2025, menunjukkan sebuah pendekatan yang jauh lebih dalam dan berdampak.
Acara ini, yang diorganisir bersama oleh Rumah Sakit Muna Anggita dan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Bojonegoro, bukanlah sekadar kegiatan amal biasa. Di baliknya, ada pelajaran berharga tentang kekuatan kolaborasi, komitmen jangka panjang, dan pentingnya profesionalisme dalam pelayanan masyarakat. Tulisan ini akan mengupas empat temuan mengejutkan dan inspiratif dari acara tersebut, yang bisa menjadi model bagi kita semua.
Kolaborasi antara Rumah Sakit dan Cendekiawan Bersatu
Hal pertama yang menonjol adalah sinergi unik antara dua entitas yang sangat berbeda: RSMNU Bojonegoro, sebuah institusi pelayanan kesehatan, dan PC ISNU Bojonegoro, sebuah organisasi yang menghimpun para sarjana dan intelektual. Kemitraan ini membuktikan bahwa ketika sektor yang berbeda menyatukan kekuatan mereka—keahlian medis di satu sisi dan jaringan intelektual di sisi lain—dampaknya bagi masyarakat menjadi jauh lebih besar.
Kolaborasi ini disorot oleh kedua pemimpin organisasi. drg. Sofan Solikin, selaku Direktur RSMNU, dan Ustd. Yogi Prana Izza, Lc, sebagai Ketua PC ISNU Bojonegoro, sama-sama menyuarakan pentingnya kerja sama ini. Ini adalah model yang kuat tentang bagaimana berbagai pilar komunitas dapat bersatu untuk tujuan bersama yang lebih besar.
Memegang Komitmen yang Berkelanjutan
Banyak kegiatan sosial hanya berlangsung sekali, namun acara di Bojonegoro ini menunjukkan visi jangka panjang. Berdasarkan informasi yang ada, ini adalah tahun kedua kegiatan serupa diselenggarakan. Ini bukan inisiatif baru atau coba-coba, melainkan sebuah program yang telah terbukti dan akan terus berlanjut.
Kedua organisasi telah sepakat untuk menjadikan acara bakti sosial ini sebagai agenda tahunan yang akan selalu diadakan di rumah sakit. Komitmen ini dipertegas oleh pernyataan Ketua PC ISNU Bojonegoro, Ustd. Yogi Prana Izza, Lc:
’’Kerja sama ISNU dan RSMNU sudah berjalan dua tahun. Dan kami sepakat menyelenggarakan kegiatan bhakti sosial ini setiap tahun sekali bertempat di RS Muslimat NU,’’ (merujuk pada RSMNU Bojonegoro – red.)
Komitmen tahunan seperti ini jauh lebih berdampak daripada acara tunggal. Ini menunjukkan dedikasi yang berkelanjutan untuk melayani komunitas, membangun kepercayaan, dan menciptakan dampak yang terukur dari tahun ke tahun.
Sama-sama pedulian Menyentuh dengan Hati
Fokus utama acara ini adalah khitanan massal dan pengobatan gratis. Sebanyak 32 anak laki-laki dari berbagai kecamatan di Bojonegoro mengikuti khitanan, sementara 31 warga lainnya menerima layanan pengobatan gratis. Namun, yang membuat acara ini istimewa bukanlah sekadar angka, melainkan perhatian pada detail yang menunjukkan kepedulian tulus.
Setiap anak yang dikhitan tidak hanya menerima tindakan medis. Mereka juga mendapatkan "uang saku, tas, alat-alat tulis dan sarung". Ini adalah pesan bahwa komunitas peduli pada mereka lebih dari sekadar statistik. Bagi seorang anak, tas dan alat tulis baru bisa menjadi pemicu semangat untuk kembali ke sekolah dengan percaya diri setelah pulih. Bagi orang tua, ini adalah isyarat martabat yang melegakan, mengubah pengalaman medis yang menegangkan menjadi momen kepedulian yang hangat.
Menyajikan Kualitas Terbaik untuk Masyarakat Ditangani Langsung oleh Para Ahli
Ada anggapan keliru bahwa layanan gratis sering kali berkualitas rendah. Acara ini dengan tegas membantah mitos tersebut. Penyelenggara memastikan bahwa standar medis tertinggi tetap dijaga untuk melindungi keselamatan dan kenyamanan semua peserta.
Proses khitanan tidak dilakukan oleh tenaga medis biasa, melainkan ditangani langsung oleh seorang dokter spesialis bedah, dr. David, beserta timnya. Selain itu, yang menjadi ketua panitia acara adalah dr. Suhasta Nova, seorang dokter spesialis anak. Keterlibatan para spesialis ini membangun fondasi kepercayaan yang krusial. Ini menepis keraguan dan meyakinkan setiap keluarga bahwa anak-anak mereka berada di tangan yang paling aman, sebuah jaminan kualitas yang tak ternilai harganya, terutama saat layanan diberikan secara cuma-cuma.
Sebuah Model untuk Dampak bersama dan Bermakna
Kegiatan bakti sosial di Bojonegoro ini lebih dari sekadar amal; ini adalah sebuah ekosistem kepedulian. Kolaborasi unik antara cendekiawan dan praktisi medis melahirkan komitmen jangka panjang. Komitmen ini kemudian diwujudkan bukan hanya melalui prosedur medis profesional, tetapi juga dengan sentuhan kemanusiaan yang menjaga martabat, membuktikan bahwa pelayanan terbaik dan kepedulian tulus bisa berjalan beriringan.
Acara ini memberikan pelajaran berharga bahwa dampak sosial yang sesungguhnya lahir ketika niat baik dipadukan dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang profesional. Ini adalah sebuah standar baru yang patut dicontoh. Apa yang bisa kita pelajari dari model kolaborasi di Bojonegoro ini untuk diterapkan di komunitas kita masing-masing.
Pada kesempatan ini, kami menghaturkan terima kasih yang tulus dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sponsor komunitas Tombo Ati Denhag Belanda, Pertamina Ep Cepu, Baznas, PT LAPI, PT. Novell, Onemeed dan donatur, jajaran panitia pelaksana, tim relawan, tenaga medis, pengurus PC ISNU Bojonegoro, RS Muna Anggita, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Tanpa dukungan dan kepercayaan dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian, acara ini tidak mungkin dapat terwujud. (admin)

